uang pertanggungan asuransi jiwa

3 Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa, Dijamin Mudah!

Dengan adanya asuransi jiwa, keluarga yang ditinggalkan secara tiba-tiba akan mendapatkan uang pertanggungan asuransi jiwa sebagai bekal untuk melanjutkan hidup. Lalu apa yang dimaksud dengan uang pertanggungan di asuransi jiwa?

Bagaimana cara menghitung uang pertanggungan? Dan apa manfaat uang pertanggungan? Untuk Anda yang belum mengetahui secara umum mengenai uang pertanggungan di dalam asuransi jiwa, artikel ini sangat cocok untuk Anda baca.

Berikut kami sajikan mengenai apa itu uang pertanggungan, berapa banyak nominalnya yang ideal, apa saja manfaatnya, dan bagaimana cara menghitungnya:

Mengenal Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

Uang pertanggungan atau UP menjadi hal yang menjadi nilai jual dari sebuah asuransi jiwa. Uang pertanggungan asuransi jiwa adalah kewajiban dari perusahaan asuransi yang harus dibayarkan ketika pemegang polis mengajukan klaim atas resiko meninggal dunia yang dijamin oleh program asuransi.

Nilai dari uang pertanggungan yang ditawarkan oleh masing-masing perusahaan asuransi nominalnya berbeda-beda, tergantung dari uang premi yang dibayarkan. Umumnya, semakin besar nilai uang premi yang rutin dibayarkan maka semakin besar pula nilai UP yang bisa pemegang polis peroleh.

Sama halnya dengan premi, semakin lama tenor yang peserta pilih, maka makin besar pula nilai uang pertanggungan yang bisa didapatkan. Selain itu, usia peserta dan faktor-faktor kesehatan umumnya juga mempengaruhi besar kecilnya nilai UP.

Berapa Banyaknya UP Asuransi Jiwa yang Ideal?

Seperti yang sebelumnya dibahas, setiap perusahaan asuransi memberikan uang pertanggungan asuransi jiwa dengan nilai yang berbeda-beda. Untuk nominal idealnya, Anda sendiri sebagai peserta yang mampu untuk menilai kira-kira berapa nilai UP yang dibutuhkan keluarga ketika Anda tinggalkan.

Perusahaan asuransi memberikan uang pertanggungan antara puluhan hingga ratusan juta, tergantung dari program asuransi. Kita ambil contoh sebuah perusahaan asuransi jiwa memberikan uang pertanggungan sebesar 500 juta rupiah.

Baca juga  Apakah Asuransi Jiwa Termasuk Objek Pajak? Ini Jawabannya

Untuk saat ini, uang sebesar 500 juta adalah nominal uang yang besar bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Namun, bagaimana dengan beberapa tahun lagi? Nominal sebesar itu akan terasa tidak sebesar saat ini pada waktu yang akan datang.

Anda perlu mengetahui bahwa nilai dari uang semakin lama akan semakin mengecil, dampak dari adanya inflasi. Di Indonesia, rata-rata nilai inflasi yaitu 5-7% per tahun.

Misalnya asuransi jiwa diklaim 10 tahun kemudian dengan nilai inflasi sebanyak 7% per tahun. Maka, jika dihitung, 10 tahun yang akan datang uang sebesar 500 juta rupiah akan terasa seperti 254 juta rupiah di saat ini. Nilai 500 juta rupiah di saat ini sama dengan nilai 984 juta rupiah 10 tahun lagi.

Pertimbangan tersebut dapat Anda gunakan untuk menghitung kira-kira berapa nominal UP yang ideal bagi Anda. Jangan sampai Anda salah hitung UP ya!

Apa Manfaat Uang Pertanggungan?

Ada beberapa manfaat dari uang pertanggungan yang bisa didapatkan oleh keluarga yang ditinggalkan mendiang peserta asuransi jiwa. Dengan nominal yang telah disebutkan sebelumnya, uang pertanggungan akan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Memiliki Uang Untuk Biaya Pendidikan Anak

Jika Anda memiliki putra atau putri yang membutuhkan biaya pendidikan, maka UP dapat digunakan untuk memenuhi biaya tersebut. UP dapat Anda perkirakan nilainya untuk dapat memenuhi biaya pendidikan anak sampai dengan lulus S1.

Anda dapat meperkirakan biaya pendidikan anak dengan menghitung biaya pendaftaran dan biaya SPP sekolah, harga seragam, harga buku dan perlengkapan sekolah lainnya. Kemudian sesuaikan dengan jumlah anak dan pertimbangkan dampak inflasi.

Setelah mendapatkan nilai biaya pendidikan putra putri, maka Anda dapat memilih program asuransi jiwa yang menawarkan uang pertanggungan yang ideal dengan biaya tersebut.

  • Hutang Dapat Dibayar

Jika Anda memiliki hutang, kemudian Anda meninggal dunia, maka ahli waris akan mewarisi semua hutang Anda. Anda tentunya tidak ingin keluarga Anda terbebani dengan hutang ketika Anda tinggal pergi.

Baca juga  Pelajari Berbagai Kriteri Risiko yang Ditanggung Asuransi Jiwa

Dengan memanfaatkan uang pertanggungan, ahli waris memiliki kemampuan untuk membayar hutang yang Anda wariskan. Jadi, pastikan juga nilai UP dari program asuransi jiwa yang Anda ikuti dapat membantu keluarga untuk membayar hutang-hutang Anda.

  • Memiliki Modal Untuk Memulai Wirausaha

Apakah saat ini anggota keluarga tidak ada yang bekerja dan Anda adalah tulang punggung keluarga? Lalu Anda khawatir ketika Anda meninggal dunia tidak ada yang dapat menafkahi keluarga.

Nominal uang pertanggungan di asuransi jiwa yang ideal dapat keluarga Anda gunakan untuk memulai berwirusaha ketika Anda tinggalkan. Anda tidak perlu khawatir, karena UP dapat keluarga Anda gunakan untuk memulai hidup baru dengan membuka bisnis baru.

Selain itu UP juga dapat digunakan untuk berinvestasi di reksadana maupun di pasar saham.

Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi

Setelah membaca dua sub bab sebelumnya, Anda tentunya sedikit memiliki gambaran mengenai besaran uang pertanggungan asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Untuk lebih membantu Anda dalam menghitung nilai uang pertanggungan yang dibutuhkan, ada beberapa metode perhitungan yang dapat Anda coba:

  • Metode Nilai Hidup

Perhitungan dengan metode nilai hidup atau human life value didasarkan oleh pendapatan bulanan Anda dalam kurun waktu tertentu untuk menopang hidup.

Rumus perhitungan dengan metode nilai hidup yaitu:

UP = profit bulanan x 12 x jangka waktu proteksi

Contohnya, diketahu:

  • Gaji pokok sebesar 6 juta rupiah
  • Jangka waktu proteksi yang ditentukan sebesar 4 tahun

Maka,
UP = 6.000.000 x 12 x 4 = Rp.288.000.000

Jika perlu, di dalam perhitungan ini Anda juga dapat memperhitungkan inflasi agar lebih akurat. Metode ini tidak memperhitungkan kenaikan akibat bunga jika uang pertanggungan disimpan di bank

  • Metode Nilai Berbasis Pendapatan

Perhitungan dengan metode nilai berbasis pendapatan atau income based value memperhitungkan nilai uang pertanggungan jika disimpan di dalam bank atau dalam saham.

Baca juga  6 Asuransi Jiwa Terbaik untuk Melindungi Anda dan Keluarga Anda!

Rumus perhitungan dengan metode nilai berbasis pendapatan yaitu:

UP = (profit bulanan x 12) / presentase bunga

Contohnya, diketahu:

  • Gaji pokok sebesar 6 juta rupiah
  • Presentase bunga 12% per tahun

Maka,
UP = (6.000.000 x 12) / 12% = Rp.600.000.000

Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh kesimpulan yaitu dengan UP sebesar 600 juta rupiah, maka ahli waris Anda akan mendapatkan pemasukan per bulan sebesar 5 juta rupiah.

Mengapa menggunakan 12%? Presentase bunga sebanyak 12% per tahun dapat ahli waris Anda dapatkan ketika mampu berinvestasi di pasar saham dengan baik. Jika menyimpan di dalam bank, maka Anda dapat mengganti nilai tersebut dengan nilai presentase per tahun bunga bank.

  • Metode Nilai Berbasis Kebutuhan Finansial

Perhitungan dengan metode nilai berbasis kebutuhan finansial atau financial needs based value memperhitungkan nilai uang pertanggungan untuk memenuhi biaya tertentu.

Rumus perhitungan dengan metode nilai berbasis kebutuhan finansial yaitu:

UP = biaya x presentase inflasi tahun

Contohnya, diketahu:

  • Anak kuliah 10 tahun lagi
  • Biaya kuliah saat ini 150 juta rupiah
  • Presentase inflasi 7% per tahun

Maka,
UP = 150.000.000 x (7%) 10 = Rp.295.072.704

Selain menghitung nominal di atas, nilai UP juga dikombinasikan dengan investasi dari kebutuhan keuangan tersebut. Investasi dilakukan untuk mencapai biaya keuangan di masa yang akan datang.

Demikian artikel mengenai cara menghitung uang pertanggungan asuransi jiwa. Jadi, menentukan program asuransi jiwa tidak bisa sembarangan. Anda perlu melakukan perhitungan dengan matang, agar keluarga bisa hidup berkelanjutan ketika Anda tinggal pergi.