Asuransi Jiwa Kapan Cair

Asuransi Jiwa Kapan Cair? Inilah Tata Cara dan Prosedur Klaimnya

Pertanggungan asuransi jiwa kapan cair mungkin itu pertanyaan yang sering diajukan oleh para peserta atau nasabah terutama mereka yang masih awam. Meskipun sebenarnya semua peraturan terkait asuransi sudah dituliskan dalam polis namun memang tidak semuanya langsung paham.

Salah satu yang dinantikan oleh pemegang polis dari asuransi jiwa memang pencairan uang pertanggungan (UP) yang biasanya memiliki nominal cukup besar. Jadi wajar kalau nasabah atau pemegang polis selalu ingin tahu kapankah mereka bisa menerima manfaat tersebut.

Pencairan uang pertanggungan ataupun santunan asuransi jiwa tentunya harus sesuai dengan prosedur yang berlaku. Aturan inilah yang harus Anda pahami sejak awal menjadi peserta suatu produk asuransi jiwa.

Maksud dan Pengertian Asuransi Jiwa

Asuransi ada bermacam-macam jenisnya dan asuransi jiwa adalah salah satunya. Masyarakat masih sering rancu memahami asuransi jiwa dengan jenis asuransi lainnya terutama asuransi kesehatan. Oleh sebab itu tidak ada salahnya Anda pahami dulu maksud dan pengertian asuransi jiwa.

Asuransi jiwa adalah sebuah produk asuransi yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap kerugian secara finansial akibat suatu risiko ataupun kehilangan pendapatan yang disebabkan oleh meninggalnya pencari nafkah utama keluarga.

Pencari nafkah atau tulang punggung keluarga yang ditanggung risikonya oleh asuransi jiwa tersebut merupakan tertanggung. Sedangkan nantinya manfaat asuransi jiwa berupa uang pertanggungan maupun santunan akan diberikan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia.

Sampai disini sebenarnya sudah sedikit terjawab asuransi jiwa kapan cair yaitu ketika tertanggung atau peserta asuransi meninggal dunia. Namun bisa juga asuransi jiwa cair bukan karena kematian namun risiko lainnya yang dijaminkan misalnya kecelakaan yang menyebabkan cacat total.

Dalam pengertian yang lebih mudah asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang berguna untuk melindungi keluarga dari kerugian finansial yang disebabkan hal tidak terduga biasanya karena tertanggung meninggal dunia.

Baca juga  Asuransi Jiwa Syariah: Manfaat, Jenis dan Contoh Produknya

Tata Cara Klaim Asuransi Jiwa

Namun tentu saja tidak serta merta asuransi jiwa akan cair kalau tertanggung meninggal dunia. Anda harus mengurus klaimnya dulu sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan asuransi.

Klaim asuransi adalah pengajuan secara resmi yang berisi permintaan pembayaran sesuai yang tertulis dalam polis dari perusahaan asuransi kepada tertanggung atau ahli warisnya. Selanjutnya klaim tersebut akan menjadi alat untuk validasi sebelum pencairan uang pertanggungan.

Artinya Anda membutuhkan persetujuan supaya klaim asurasi jiwa bisa dicairkan oleh perusahaan asuransi. Karena nyatanya cukup banyak klaim asuransi jiwa yang tidak disetujui oleh perusahaan asuransi karena kurangnya dokumen ataupun faktor lainnya.

Bisa diartikan juga bahwa klaim asuransi merupakan pengajuan dari nasabah atau peserta kepada perusahaan asuransi untuk membayarkan haknya berupa manfaat sesuai dengan apa yang tertulis pada polis.

Berikut ini adalah tata cara dan prosedur yang harus dilakukan untuk mengajukan klaim asuransi jiwa Anda.

  • Melaporkan Kematian Tertanggung

Klaim asuransi jiwa kapan cair? Anda harus memulai langkah-langkah sesuai prosedurnya dulu dengan membuat laporan kepada perusahaan asuransi yang menyatakan bahwa tertanggung telah meningal dunia. Sebaiknya buat laporan sesegera mungkin.

Pelaporan kematian terganggung hanya memiliki batas waktunya antara 30 – 60 hari sejak hari kematian tertanggung. Namun bisa saja lebih pendek atau lebih panjang tergantung dari polis asuransi jiwa tersebut.

  • Siapkan Syarat dan Dokumen yang Dibutuhkan

Setelah membuat laporan kematian tertanggung segera Anda mempersiapkan persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan. Umumnya persyaratan ataupun dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi terdiri dari :

  • Polis asli
  • Formulir klaim meninggal dunia yang harus diisi oleh penerima manfaat atau ahli waris
  • Formulir klaim meninggal dunia yang diisi oleh dokter yang menangani
  • Formulir tentang surat kuasa pemaparan isi rekam medis tertanggung biasanya diisi dan dilengkapi tanda tangan oleh ahli waris. Surat ini dilengkapi dengan materai.
  • Kutipan akta/ surat kematian dan dilegalisir oleh pihak berwenang.
  • Jika tertanggung meninggal dunia karena terjadinya kecelakaan maka wajib menyertakan BAP dari Kepolisian.
  • Bila tertanggung meninggal dunia tanpa perawatan di RS/ di rumah maka wajib menyertakan kronologis kematian dan ditandatangani oleh pihak ahli waris.
  • Foto copy hasil pemeriksaan secara medis tertanggung
  • Formulir pemberitahuan tentang nomor rekening dan foto copy dari buku rekening tersebut.
  • Foto copy indentitas diri milik tertanggung
  • Foto copy identitas diri milik ahli waris
  • Foto copy kartu keluarga (KK)
  • Dokumen-dokumen lainnya yang dipersyaratkan
  • Proses Verifikasi

Setelah berkas dan dokumen persyaratan klaim diterima selanjutnya perusahaan asuransi akan melakukan proses verifikasi. Tujuan dari verifikasi adalah mencocokkan data yang tertulis di polis dengan berkas yang disampaikan.

Baca juga  Asuransi Jiwa Jika Tidak Meninggal; Apakah Bisa Cair?

Biasanya perusahaan asuransi akan melakukan proses verifikasi selama 14 hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya dokumen dan persyaratan dari nasabah. Namun ada juga perusahaan asuransi yang tidak sampai 14 hari untuk verifikasi tapi ada juga yang lebih lama.

Pertanyaan tentang asuransi jiwa kapan cair akan terjawab setelah perusahaan asuransi selesai melakukan proses verifikasi data.

  • Pencairan Klaim Asuransi Jiwa

Tata cara pencairan klaim asuransi jiwa Anda hampir sampai pada tahapan final yaitu proses pembayaran uang pertanggungan. Setelah verifikasi oleh perusahaan asuransi dinyatakan memenuhi syarat maka uang akan dikirimkan melalui nomor rekening yang sudah dilaporkan sebelumnya.

Jika uang pertanggungan (UP) asuransi jiwa berhasil dicairkan artinya semua persayaratan dan dokumen yang diajukan kepad perusahaan asuransi telah memenuhi unsur hukum didalamnya.

Tips Agar Asuransi Jiwa Cepat Cair

Meskipun terlihat mudah tapi nyatanya masih banyak orang yang mengalami penolakan atas klaim asuransi jiwa miliknya. Hal itu juga yang mungkin membuat orang banyak bertanya asuransi jiwa kapan cair.

Supaya klaim yang Anda ajukan bisa cepat disetujui dan cair sebailknya perhatikan hal-hal berikut ini.

  • Isi formulir dengan jujur dan sejelas-jelasnya supaya pihak asuransi lebih mudah dalam melakukan verifikasi.
  • Kematian tertanggung bukan disebabkan oleh tindakan bunuh diri melainkan karena kecelakaan, sakit ataupun penyebab lainnya yang disetujui oleh polis. Meskipun penyebabnya kecelakaan pastikan itu tidak terjadi akibat kecerobohan tertanggung sendiri.
  • Kematian tertanggung bukan disebabkan kerena yang bersangkutan melakukan tindakan kriminal atau kejahatan. Misalnya meninggal karena tertembak setelah kepergok mencuri.
  • Tertanggung tidak pernah menunggak pembayaran premi asuransi jiwa atau tidak lancar pembayarannya sebagaimana diatur dalam polis.
  • Premi yang dibayarkan sudah sesuai dengan aturan pada polis supaya tidak menyebabkan perusahaan asuransi tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayarkan uang pertanggungan (UP) ketika tertanggung meninggal dunia.
  • Tertanggung tidak pernah memiliki riwayat polis lapse.
  • Data dan persyaratan klaim tidak kurang atau sudah dilengkapi oleh pihak yang mengajukan.
Baca juga  asuransi jiwa untuk warisan

Jadi asuransi jiwa kapan cair sebenarnya terkait dan berhubungan dengan banyak hal seperti kematian tertanggung, pengajuan klaim, terpenuhinya persyaratan dan lain sebagainya. Uang pertanggungan asuransi jiwa akan cair selama Anda telah memenuhi syarat sesuai polis.