perbedaan asuransi jiwa dan all risk

Perbedaan Asuransi Jiwa dan All Risk serta Cakupannya

Penting untuk tahu apa perbedaan asuransi jiwa dan all risk supaya tidak salah kaprah dalam memahaminya. Asuransi memang merupakan salah satu hal yang penting dimiliki oleh setiap orang, bahkan pemerintah mewajibkannya melalui BPJS kesehatan.

Dengan asuransi, resiko finansial yang terjadi akibat kecelakaan, ataupun kematian bisa ditutupi. Misalnya, jika sakit dan menghabiskan biaya besar, maka dengan asuransi bisa menggantinya. Peserta tidak perlu membayar uang dalam jumlah besar yang tentu bisa mengganggu stabilitas keuangan.

Di dalam dunia asuransi, memang ada yang dikenal dengan asuransi jiwa dan all risk. Memang, ada yang sebagian masyarakat yang sudah paham perbedaan keduanya, tapi ada juga yang belum tahu. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dijelaskan masing-masing secara umum.

Perbedaan Asuransi Jiwa dan All Risk Secara Umum

Pengetahuan tentang perbedaan asuransi jiwa dan all risk akan membuat wawasan Anda semakin bertambah dan cermat dalam memilih produk mana untuk dimiliki. Pada dasarnya, kedua produk ini sangat berbeda sekali.

Asuransi jiwa, dikhususkan untuk objek pertanggungan yaitu manusia. Misalnya, jika meninggal dunia karena kecelakaan atau penyakit lain, saat memiliki asuransi jiwa maka akan mendapatkan uang pertanggungan sejumlah yang disebutkan dalam perjanjian polis.

Sementara itu, asuransi all risk merupakan istilah yang ada pada asuransi kendaraan. Jadi, misalnya ketika terjadi insiden dan menyebabkan mobil rusak, maka dengan asuransi all risk akan mengganti kerugian untuk perbaikannya.

Kedua jenis asuransi ini bisa diperluas jaminannya untuk semakin meningkatkan manfaat. Dengan demikian, berbagai resiko lain dapat ditanggung apabila memang mengalaminya. Tentu, sesuai dengan syarat, ketentuan dan juga hasil analisa pihak asuransi.

Kedua jenis asuransi ini dapat dimiliki seseorang sekaligus. Supaya lebih memahami lebih cermat tentang perbedaan keduanya, akan dijelaskan masing-masing secara umum mengenai perbedaan asuransi jiwa dan all risk.

Baca juga  10 Asuransi Jiwa yang Bagus dan Terpercaya 2022, Punya Anda Termasuk?

Pengertian dan Jenis Asuransi Jiwa

Mengetahui pengertian dan jenis asuransi jiwa cukup penting bagi Anda yang ingin membeli atau memiliki polisnya. Tujuannya, supaya tidak salah paham dan memang mengerti jenis produk apa yang dibeli. Berikut ini ulasannya:

1. Pengertian Asuransi Jiwa

Pengertian asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang mempunyai objek pertanggungan manusia dan yang dipertanggungkan adalah kehidupan seseorang. Di samping itu, jenis asuransi ini bisa memperoleh perluasan misalnya menjamin kecelakaan dan kesehatan.

Tujuan dari asuransi jiwa yaitu menutupi potensi kehilangan pendapatan. Jika seorang nasabah merupakan tulang punggung keluarga dan meninggal dunia, maka keluarga yang ditinggalkan tersebut akan memperoleh uang pertanggungan dengan nominal sesuai perjanjian.

2. Jenis-jenis Asuransi Jiwa

Ada 4 jenis asuransi jiwa yang ada sekarang ini dan dapat dimiliki oleh seseorang yaitu asuransi jiwa berjangka, asuransi jiwa seumur hidup, asuransi dwiguna, dan asuransi jiwa unit link. Berikut ini masing-masing penjelasannya:

  • Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Jenis asuransi jiwa ini merupakan produk asuransi yang akan memberikan santunan kematian jika tertanggung tutup usia dalam waktu periode perjanjian. Contohnya 1,5,10 atau 20 tahun sampai batas usia tertentu.

  • Asuransi Jiwa Seumur Hidup (whole life insurance)

Jenis asuransi ini akan memberikan manfaat pertanggungan seumur hidup, umumnya hingga usia 99 tahun. Tujuannya, untuk menyediakan proteksi kepada tertanggung selama polis aktif dengan cara membayar premi sesuai jangka waktu yang ditentukan.

  • Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

Jenis asuransi jiwa ini mempunyai dua manfaat, yaitu untuk asuransi sewa berjangka serta tabungan. Masa berlakunya mulai dari 5-30 tahun atau berakhir di umur tertentu.

  • Asuransi Jiwa Unit Link

Jenis asuransi jiwa unit link akan menggabungkan fungsi investasi dan proteksi. Selain memperoleh jaminan perlindungan, nasabah akan memperoleh hasil investasi berupa bunga setiap tahun. Investasinya bisa dalam bentuk reksadana, obligasi, saham dan lain-lain.

Baca juga  Penting! Cek Asuransi Jiwa yang Terdaftar di OJK Berikut Ini

Pengertian Asuransi All Risk Serta Manfaatnya

Untuk memahami perbedaan asuransi jiwa dan all risk, Anda bisa lebih lanjut memahami apa pengertian serta manfaatnya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, asuransi ini diperuntukkan bagi objek kendaraan, khususnya mobil.

Asuransi all risk adalah jenis asuransi kendaraan yang akan memberikan proteksi untuk mobil dari segala bentuk resiko yang mungkin terjadi. Misalnya bencana alam, kecelakaan, karena kerusuhan, sampai dengan pencurian atau kehilangan.

Tidak hanya itu saja, jenis asuransi ini juga akan melindungi kendaraan baik jika terjadi kecelakaan ringan maupun parah. Jaminan tersebut yang akan membuat asuransi ini banyak dipilih oleh pemilik mobil.

1. Ruang Lingkup Perlindungan Asuransi All Risk

Saat mobil memiliki jenis asuransi ini, akan memperoleh manfaat yang sangat bagus. Memang, hal tersebut sebanding dengan premi yang dibayarkan dan lebih mahal dari asuransi TLO. Berikut cakupan dari asuransi jenis ini:

  • Mobil mengalami kecelakaan, benturan, terperosok, tergelincir dan terbalik.
  • Mobil rusak karena perbuatan orang lain.
  • Mobil hilang dicuri pihak tidak bertanggung jawab.
  • Mobil rusak karena kebakaran atau tersambar petir.
  • Mobil rusak selama menyeberangi laut dengan kapal feri.
  • Kecelakaan yang merusak bagian roda mobil.
  • Layanan pengangkutan atau derek ke bengkel terdekat.

2. Keuntungan Asuransi All Risk

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh mereka yang memilih asuransi jenis all risk untuk kendaraan. Berikut diantaranya:

  • Mobil Dapat Terlindungi Sepenuhnya

Anda tidak usah khawatir tentang biaya yang perlu dikeluarkan ketika mengalami kerusakan karena kecelakaan. Alasannya, jenis asuransi ini akan menanggung kerusakan secara menyeluruh.
Tidak seperti jenis TLO yang hanya menjamin kerusakan di atas 75% atau kehilangan saja.

  • Manfaat yang Dapat Diperluas

Tidak hanya itu saja, jenis asuransi ini juga bisa menawarkan perluasan manfaat. Misalnya untuk kerusakan karena kerusuhan, bencana alam, hingga menjamin kerusakan pihak ketiga. Jadi, misalnya Anda menabrak kendaraan lain maka biaya kerusakan kendaraannya bisa di klaim.

  • Memberikan Ketenangan dan Keamanan

Karena dapat menanggung untuk berbagai bentuk risiko kendaraan, dengan asuransi all risk ini tentunya akan semakin memberikan ketenangan keamanan dan kenyamanan ketika berkendara. Anda tidak perlu khawatir lagi jika mengalami kecelakaan yang membuat kendaraan rusak.

Baca juga  asuransi jiwa untuk warisan

3. Perluasan Manfaat Asuransi All Risk

Jika Anda ingin memutuskan membeli asuransi komprehensif untuk kendaraan, maka juga bisa punya kesempatan memperluas cakupan manfaatnya. Ada beberapa jenis perluasan seperti berikut:

  • Tanah longsor, badai, banjir, hujan es, dan angin topan.
  • Gunung meletus gempa bumi, dan tsunami.
  • Huru-hara, kerusuhan, terorisme dan sabotase.
  • Kecelakaan pada diri sendiri maupun penumpang yang ada di dalam mobil juga dapat ditanggung.

Berbagai perluasan tersebut akan semakin melengkapi manfaat asuransi all risk dan semakin membuat hati tenang ketika berkendara. Berbagai resiko dapat ditanggung oleh pihak asuransi selama Anda memenuhi syarat dan ketentuannya.
Mengetahui perbedaan asuransi jiwa dan all risk akan semakin meyakinkan Anda untuk membeli salah satu atau bahkan sekaligus keduanya. Di masa sekarang, ada banyak pilihan produk ditawarkan dari perusahaan asuransi dan dapat membandingkannya dahulu.

Sumber:  katadata.co.id , antaranews.com